You can replace this text by going to "Layout" and then "Edit HTML" section. A welcome message will look lovely here.
RSS

Kamis, 06 Juni 2013

ANALISIS VIDEO MASALAH SOSIAL (Tawuran Pelajar dan Anak Jalanan Menghisap Lem)




            Masalah sosial seperti perkelahian antar pelajar atau sering disebut dengan tawuran sepertinya sudah sering kita dengar dan bahkan mungkin  sudah jadi budaya bagi pelajar di Indoneia. Tawuran biasanya di sebabkan oleh hal-hal sepele seperti saling mengejek , pemalakan dan membela teman yang punya masalah dengan sekolah lain. Dan masalah tawuran biasanya hanya dilakukan sebagai  kegiatan iseng belaka dan sebagai ajang balas dendam. jika tawuran ini terus di biarkan dan tidak diatasi dengan baik, maka akan menimbulkan banyak kerugian. Dalam hal ini sekolah berperan penting  untuk mengatasi permasalahan tawuran antar pelajar, karena jika sekolah salah dalam mendidik  siswa maka siswa akan berbuat negatif  dan mungkin siswanya tidak dapat menilai mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya.
            Pihak sekolah seharusnya dapat memberikan contoh yang baik. Sekolah harus dapat bertindak tegas terhadap murid-muridnya  yang melanggar pelaturan dan diberi sanksi yang cocok dan memenuhi kebutuhannya yaitu dalam segi pengetahuan, keterampilan  maupun cara berikap sehingga  dapat terhindar dari permasalahan sosial  seperti tauran tersebut. Terjadinya tauran antar pelajar tersebut mungkin terjadi akibat sekolah yang belum mampu membekali siswanya dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Untuk itu sekolah seharusnya lebih menggalakan  upaya-upaya  dan membekali pelajarnya  dengan pengetahuan, keterampilan  maupun cara berikap yang cukup untuk mencapai tujuan pendidikan,sehingga dapat terhindar dari masalah seperti  tauran antar pelajar. Ada tiga ranah yang harus dimilki siswa untuk tercapai tujuan pendidikan, yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara bertingkat, mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks. Tingkah laku dalam setiap tingkat diasumsikan menyertakan juga tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah, seperti misalnya dalam ranah kognitif, untuk mencapai “pemahaman” yang berada di tingkatan kedua juga diperlukan “pengetahuan” yang ada pada tingkatan pertama.
A.    Ranah Kognitif

      Siswa harus memiliki Ranah Kognitif , yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir. Dengan siswa memilki pengetahuan yang luas maka dirinya akan lebih hati-hati dalam bertindak, setidaknya siswa terebut akan akan berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Contohnya ketika siswa tersebut di ajak tauran oleh temannya maka dia akan berpikir terlebih dahulu  dan sudah memilki pengetahuan bahwa twauran itu tidak baik, dapat merugikan orang lain dan dirinya endiri. Dan diapun tidak mungkin mengikuti teman-temannya.  Ranah ini terdiri dari dua bagian: Bagian pertama berupa Pengetahuan (kategori 1) dan bagian kedua berupa Kemampuan dan Keterampilan Intelektual (kategori 2-6).

1.      Pengetahuan
            Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dsb. Sebagai contoh, ketika diminta menjelaskan tawuran , orang yg berada di level ini bisa menguraikan dengan baik definisi dari tawuran, kerugian tauran, akibat dari tauran

2.      Aplikasi
            Di tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, di dalam kondisi kerja. Sebagai contoh, ketika  diberi informasi tentang penyebab terjadinya tawuran , seseorang yg berada di tingkat aplikasi akan mampu merangkum dan menggambarkan penyebab terjadinya tauran.

3.      Analisis
            Di tingkat analisis, seseorang akan mampu menganalisis informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yg rumit. Sebagai contoh, di level ini seseorang akan mampu memilah-milah penyebab meningkatnya tawuran pelajar, membanding-bandingkan tingkat keparahan dari setiap penyebab, dan menggolongkan setiap penyebab ke dalam tingkat keparahan yg ditimbulkan.

4.      Sintesis
            Satu tingkat di atas analisis, seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yg dibutuhkan. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang pelajar akan mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat terjadinya tauran di simpulkan berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab terjadinya tawuran.

5.      Evaluasi
            Dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dan sebagainya dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yg ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang pelajar harus mampu menilai alternatif solusi yg sesuai untuk dijalankan dalam memecahkan maalah tautran,efektivitas, nilai manfaat.

6.      ↑Kembali Ke Bagian Sebelumnya




B.     Ranah Afektif

      Siswa  harus memilki Ranah Afektif, berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Dengan ia memilki kemapuan dalam mengontrol emosinya maka dia akan mampu mengendalikan emosinya agar tidak mudah terpengaruh terhadap hal-hal yang kurang baik. Contohnya ketika siswa terebut mendapat pengaduan dari temannya maka dirinya akan sulit terpancing emosinya untuk ikut membela temannya melakukan tauran, siswa terebut akan mampu mengontrol emosinya sehingga tidak ikut-ikutan dengan temannya untuk melakukan tauran. Ranah ini terbagi menjadi beberapa kategori antara lain :

1.  Penerimaan
                  Kesediaan untuk menyadari adanya suatu fenomena di lingkungannya. Dalam       pengajaran bentuknya berupa mendapatkan perhatian, mempertahankannya, dan    mengarahkannya.

2.  Tanggapan
            Memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya. Meliputi persetujuan, kesediaan, dan kepuasan dalam memberikan tanggapan.

3.  Penghargaan
            Berkaitan dengan harga atau nilai yang diterapkan pada suatu objek, fenomena, atau tingkah laku. Penilaian berdasar pada internalisasi dari serangkaian nilai tertentu yang diekspresikan ke dalam tingkah laku.

4.  Pengorganisasian
            Memadukan nilai-nilai yang berbeda, menyelesaikan konflik di antaranya, dan membentuk suatu sistem nilai yang konsisten. Karakterisasi Berdasarkan Nilai-nilai . Memiliki sistem nilai yang mengendalikan tingkah-lakunya sehingga menjadi karakteristik gaya-hidupnya.

5.  ↑Kembali Ke Bagian Sebelumnya

C.    Ranah Psikomotor

      Siswa harus dapat memiliki  Ranah Psikomotor,berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin. Denagn ia memilki  ranah pikommotor ini ia akan lebih memilih kegiatan yang euai dengan keahliannya dibandingkan dengan tauran. Biaanya orang yang memilkibanyak kemampuan lebih edikit memilki aktu luang dibanding orang yang edikit kemampuan. Karena banyak  kemampuannya maka lebih banyak kegiatan yang dapat dirinya lakukan. Ranah ini terbagi menjadi beberapa katergori antara lain :


1.  Persepsi
            Penggunaan alat indera untuk menjadi pegangan dalam membantu gerakan.

2.  Kesiapan
            Kesiapan fisik, mental, dan emosional untuk melakukan gerakan.

3.  Guided Response (Respon Terpimpin)
        Tahap awal dalam mempelajari keterampilan yang kompleks, termasuk di dalamnya imitasi dan gerakan coba-coba.

4.  Mekanisme
        Membiasakan gerakan-gerakan yang telah dipelajari sehingga tampil dengan meyakinkan dan cakap.

5.  Respon Tampak yang Kompleks
        Gerakan motoris yang terampil yang di dalamnya terdiri dari pola-pola gerakan yang kompleks.

6.  Penyesuaian (Adaptation)
        Keterampilan yang sudah berkembang sehingga dapat disesuaikan dalam berbagai situasi

7.  Penciptaan (Origination)
        Membuat pola gerakan baru yang disesuaikan dengan situasi atau permasalahan tertentu.

8.  ↑Kembali Ke Bagian Sebelumnya

             Apabila para pelajar sudah dapat menguasai ranah terebut maka siswa akan mampu untuk mengatasi dan memecahkan endiri masalah sosial yang dihadapi para pelajar. Ddengan kemampuan siswa dalam memecahkan maalah maka memungkinkan tidak akan terjadi tawuran anatar pelajar. Begitupun pada masalah sosial yang  dihadapi oleh anak jalanan pada video yang satunya lagi yaitu tentang anak jalanan yang menghisap lem. Apabila anak jalanan tersebut mendapatkan perhatian yang cukup dan  mendapatkan bekal atau pelajaran tentang tiga ranah tersebut yaitu memilki  ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor maka akan memungkinkan anak jalanan tersebut tidak melakukan hal yang tidak baik seperti menghiap lem. Factor lingkungan pun dapat mempengaruhi prilaku yang kurang baik, tetapi ketika anak sudah dibekali dengan tiga ranah tersebut insyaallah anak tidak akan terpengaruh oleh hal-hal yang kurang baik yang dating dari lingkungannya.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar